Esai Orang Kaya
Baru
Mohamad Fajar Ramadhan
Sebuah
keluarga yang mendadak menjadi kaya raya
itulah yang terjadi pada salah satu keluarga. Lukman Sardi berperan
sebagai Bapak, Cut Mini sebagai Ibu. Mereka memiliki tiga orang anak yang
diperankan oleh Derby Romero sebagai Duta, Raline Shah sebagai Tika, dan Fatih
Unru. Berbeda dengan film lainnya dalam film ini satu
keluarga tersebut merupakan pemeran utamanya.
Skenario film Orang Kaya Baru (OKB) ditulis oleh Joko Anwar. Film bergenre Drama
komedi dengan Sutradara: Ody C. Harahap ini dirilis pada 24 Januari 2019.
Yang paling menarik
dari film Orang Kaya Baru adalah, ide cerita yang beda, bukan ide baru tapi
tetap menarik karena ada masanya kita akan menghayal kapan kita akan menjadi
orang kaya, pasti semua masalah bisa diatasi dengan uang karena kita jadi orang
kaya. Yang menarik selanjutnya adalah sindiran-sindiran sosialnya pas, lalu
kalimat yang dilontarkan sesuai dengan kalimat-kalimat yang dipakai di
kehidupan sehari-hari. Siapa
sangka, ternyata kisah drama komedi yang disuguhkan, tidak jauh dari cerita
sang penulis, alias Joko Anwar. Setiap orang pasti punya mimpi menjadi orang
kaya, yang bebas memilih benda apa pun dengan nilai tak terhingga. Begitu juga
dengan mimpi-mimpi Joko Anwar, yang dipaparkan dalam Press Conference
Film Orang Kaya Baru.
Kisah berawal dari
kakak-beradik Tika, Duta, dan Dodi. Mereka berasal dari keluarga pas-pasan,
namun keluarga mereka hangat karena selalu berkumpul bersama-sama. Tika, Duta,
dan Dodi selalu diajarkan Bapak dan Ibu-nya untuk mendapatkan sesuatu dengan
proses dan senantia asa bersyukur walau serba kekurangan.
Walau begitu, Tika yang
sedang kuliah arsitektur masih suka mengeluh belum lagi teman-teman kampusnya
yang suka mengisenginya. Duta yang bercita-cita ingin menjadi sutradara
kesulitan mencari dana untuk pentas teater perdananya. Sementara, Dodi sekolah
di tempat elit dan teman-temannya suka merundungnya
Suatu
ketika, ayah mereka tiba-tiba meninggal dunia dan muncul seorang pengacara yang
membawakan video. Video tersebut berisi sang bapak yang mengaku
sebenarnya anak orang kaya dan meninggalkan warisan uang bermiliar-miliar.
Mereka pun terkejut
bukan main bahwa bapaknya berpura-pura miskin selama ini. Mau tidak mau, mereka
pun menikmati harta dari almarhum bapaknya. Membeli rumah, mobil, makan di
restoran mewah, membagi-bagi sumbangan, dan menghambur-hamburkan uang layaknya
orang kaya baru. Pertanyaannya,
apakah mereka bahagia dengan kondisi sekarang ? Atau merasa semakin
jauh satu sama lain ?. Duit kalo dikit, cukup!
Kalo banyak? Gak cukup! Ucap
Lukman Sardi sebagai bapak saat makan malam bersama keluarganya. Orang Kaya Baru berhasil
mencuri perhatian lewat cerita sederhana namun sangat relate.
Cerita di film ini menjadi mimpi semua orang yang tiba-tiba mendapatkan warisan
uang bermiliar-miliar.
Lelucon-lelucon yang
disajikan pun berhasil mengundang gelak tawa. Mulai dari perubahan tingkah
keluarga pas-pasan menjadi kaya melintir. Cut Mini, sang ibu yang menangis dan
merasa selama menikah ia ditipu suaminya. Rasanya ingin ikut menangis, tapi
kembali tertawa saat dirinya foya-foya. Sungguh jenaka!
Sementara akting Raline
Shah, Derby Romero, dan Fatih Unru sangat kompak sebagai adik-kakak.
Masing-masing sukses memerankan karakter yang dulunya sederhana hingga menjadi
orang kaya. Kemudian ada Refal Hadi, dirinya tidak terlalu banyak berakting
namun setiap muncul dengan profesi berbeda-beda, kalian pasti akan tertawa
melihatnya.
Salah satu keunggulan
film Orang
Kaya Baru adalah
skenarionya. Setiap lelucon, sindiran, dan quotes sangat mengena. Terima kasih
kepada Joko Anwar, kolaborasinya bersama Ody C. Harahap menghasilkan film
keluarga yang jenaka dan penuh pesan moral. Seperti film A
Copyof My Mind, di film ini Joko Anwar menyelipkan unsur politik. Sindiran,
politikus yang ingin tampil di pentas teater dan enteng saat bilang akan
memenjarakan orang-orang yang menghinanya. Kemudian menyindir restoran
mewah yang “biasanya” lebih mengabdi pada tamu orang asing dari pada orang Indonesia.
Orang Kaya Baru merupakan
film keluarga yang hangat, jenaka, dan asyik ditonton. Kolaborasi ciamik antara
Ody C. Harahap dan Joko Anwar ini berhasil mengundang gelak tawa. Ditambah
kompaknya para cast.
Melalui film ini kita dapat belajar bahwa bahagia itu tidak tergantung
berapa banyak harta yang kita punya. Harta yang banyak malah menjadi sebab
perubahan perilaku. Naik jenjang ekonomi justru membawa konsekuensi dengan
semakin tingginya gaya hidup. Gaya hidup berkaitan dengan gengsi yang semakin
membumbung tinggi. Secara kajian ilmiah, pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan
tetapi tidak berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan kelompok
berpendapatan rendah atau masyarakat miskin. Sesuai dengan studi Martin
Ravallion (2001), kondisi ini yang disebut dengan jebakan pertumbuhan ekonomi
terhadap kemiskinan.
Film ini memberikan
gambaran pada kita pentingnya untuk menjadi pribadi yang senantiasa bersyukur.
Tidak melupakan keluarga dan sahabat dalam keadaan apapun.
Komentar
Posting Komentar