KATA
PENGANTAR
Puji syukur kehadirat
Allah swt. yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya sehingga karya
ilmiah ini bisa terselesaikan dengan sebaik mungkin yang berjudul
“Pengaruh Penggunaan Ponsel di Kalangan Siswa SMA Terhadap Prestasi Belajar ”.
Secara garis besar isi
penelitian ini adalah pengaruh-pengaruh yang ditimbulkan oleh handphone tehadap
prestasi siswa serta bagaimana cara mengantisipasi dampak tersebut sehingga
akan menciptakan dampak yang baik tehadap prestasi siswa.
Adapun
keunggulan mengantisipasi dampak buruk dari ponsel itu sendiri adalah
menciptakan hidup yang terarah serta membuat taraf hidup kita menjadi meningkat
dan lebih baik untuk kedepannya
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas penulis dalam bidang
studi Karya Tulis Ilmiah. Dalam proses penyusunan makalah ini, tentunya penulis
mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi, dan saran. Untuk itu rasa terima kasih
yang dalam penulis kepada yang terhormat : Ibu NUR SALIMAH selaku
guru Bahasa Indonesia.
Penulis
menyadari bahwa sebagai manusia biasa tidak luput dari kesalahan dan kekurangan
sehingga hanya sedemikian saja yang dapat penulis berikan. Kritik dan saran sangatlah diharapkan dari
pembaca demi kesempurnaan karya ilmiah ini dimasa mendatang.
Bangkalan, 21 februari 2019
Penulis,
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.........................................................................................................................................i
HALAMAN
PENGESAHAN..........................................................................................................................ii
KATA PENGANTAR.....................................................................................................................................iii
DAFTAR ISI...................................................................................................................................................
iv
BAB I PENDAHULUAN..............................................................................................................................
A. Latar
Belakang....................................................................................................................................
B. Rumusan
Masalah...............................................................................................................................
C. Tujuan
Penulisan.................................................................................................................................
D. Manfaat
Penulisan...............................................................................................................................
BAB II KERANGKA TEORETIS..............................................................................................................
A. Pengertian ponsel...............................................................................................................................
B.
Sejarah ponsel ...................................................................................................................................
C.
Fungsi
ponsel.....................................................................................................................................
D.
Dampak Positif Penggunaan ponsel..................................................................................................
E. Dampak
Negatif Penggunaan ponsel.................................................................................................
BAB III METODE PENELITIAN............................................................................................................
BAB IV PEMBAHASAN...........................................................................................................................
A. Penggunaan ponsel bagi Pelajar........................................................................................................
B. Alasan Pelajar Selalu Menggunakan ponsel …….….…...................................................................
C. Manfaat ponsel bagi Pelajar.............................................................................................................
D. Dampak
Penggunaan ponsel.............................................................................................................
E. Tindakan
yang Dilakukan untuk Menghindari Penyalahgunaan ponsel...........................................
BAB V PENUTUP .....................................................................................................................................
3.1
Kesimpulan........................................................................................................................................
3.2
Saran-saran........................................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................................................
LAMPIRAN...............................................................................................................................................
BAB
1
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG MASALAH
Dunia pelajar saat ini
seakan tidak bisa terlepas dari teknologi komunikasi, khususnya ponsel. Awalnya, ponsel hanya
dimiliki oleh kalangan tertentu yang benar-benar membutuhkannya demi kelancaran
pekerjaan mereka. Namun, seiring perkembangan zaman, ponsel telah dimiliki oleh semua kalangan baik yang
benar-benar membutuhkan maupun yang kurang membutuhkan tidak terkecuali para
pelajar.
Di era globalisasi ini
banyak pelajar yang menggunakan ponsel dalam kegiatan sehari-hari. Bahkan, saat ini pelajar SMP
maupun SMA telah diperbolehkan membawa ponsel ke sekolah. Penggunaan ponsel oleh pelajar menjadikan dunia teknologi semakin lama
semakin canggih. Komunikasi yang dulunya memerlukan waktu yang lama dalam
penyampaiannya, kini dengan ponsel segalanya
menjadi sangat cepat dan seakan tanpa jarak.
Kini ponsel bukan lagi sekadar
alat berkomunikasi, tetapi ponsel
juga merupakan alat untuk mencipta dan menghibur dengan suara,
tulisan, gambar, dan video. Para pelajar sekarang berlomba-lomba untuk
memiliki ponsel karena
ponsel bukan hanya
merupakan alat berkomunikasi, namun di kalangan pelajar ponsel sekaligus sebagai
gaya hidup.
Di kalangan pelajar, ponsel sebagai alat komunikasi karena
alat tersebut multifungsi. Para pelajar dapat menggunakan teknologi ini secara
positif ataupun negatif tergantung pada setiap individu. Contoh positif dari
penggunaan ponsel adalah
memanfaatkan ponsel untuk membantu mereka dalam proses
pembelajaran. Namun, ada beberapa hal yang perlu dikhawatirkan dalam
pemanfaatan teknologi komunikasi oleh para remaja seperti penggunaan tidak
sesuai kondisi. Mislanya, menggunakan ponsel dalam proses belajar mengajar untuk WA-an dengan
pacar atau untuk bermain game .
Oleh karena itu, secara tidak langsung dan
tidak disadari bahwa dampak berkembang pesatnya teknologi khususnya ponsel
dikalangan remaja atau siswa. Inilah yang membuat penulis tertarik untuk
mengangkat dan menjadikan judul karya ilmiah penulis “Pengaruh Penggunaan
Ponsel di Kalangan Siswa SMA Terhadap Prestasi Belajar” sehingga dengan adanya
karya ilmiah ini diharapkan agar siswa mampu mengantisipasi dampak penggunaan ponsel.
B.
RUMUSAN MASALAH
1. Apakah ponsel merupakan kebutuhan
yang harus terpenuhi ?
2. Apa alasan para
pelajar selalu mengunakan ponsel?
3. Apa manfaat ponsel bagi pelajara?
4. Bagaimana
dampak-dampak dari penggunaan ponsel?
5. Apa saja tindakan yang
dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan ponsel ?
C.
TUJUAN PENULISAN KARYA ILMIAH
1. Untuk mengetahui
apakah ponsel merupakan kebutuhan yang harus terpenuhi?
2.
Untuk mengetahui alasan pelajar selalu menggunakan ponsel.
3.
Untuk mengetahui manfaat ponsel bagi pelajar.
4. Untuk mengetahui
dampak-dampak dari penggunaan ponsel.
5. Untuk mengetahui
tindakan yang dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan ponsel..
D.
MANFAAT PENULISAN KARYA ILMIAH
1. Dapat menambah wawasan
penulis dan pembaca tentang hal-hal yang berhubungan dengan pengaruh ponsel
terhadap pelajar.
2. Sebagai bahan
referensi untuk pembaca.
3. Agar
mengetahui manfaat ponsel.
4. Dapat melatih siswa
pada umumnya dan penulis khususnya dalam mengembangkan wawasan diri untuk menyusun sebuah
pikiran secara sistematis dalam bentuk karya ilmiah.
5. Dengan mengetahui tindakan apa yang dilakukan
untuk menghindari penyalahgunaan ponsel, kita dapat menerapkan solusi yang
telah dibahas dalam menghindari hal tersebut.
BAB
I1
KERANGKA
TEORETIS
A. PENGERTIAN PONSEL
Telepon
genggam atau yang disebut ponsel (handphone) adalah sebuah perangkat
telekomunikasi elektronik yang memiliki kemampuan dasar yang sama
dengan telepon fixed line, sehingga konvensional. Ponsel dapat dibawa kemana-mana(portable)
dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel, wireless)
B. SEJARAH PONSEL
Penemu
sistem telepon genggam yang pertama adalah Martin Cooper,
seorang karyawan Motorola pada tanggal 03 April 1973,
walaupun banyak disebut-sebut penemu telepon genggam adalah sebuah tim dari salah
satu divisi Motorola (divisi tempat Cooper bekerja) dengan model pertama adalah
DynaTAC. Ide yang dicetuskan oleh Cooper adalah sebuah alat komunikasi yang
kecil dan mudah dibawa bepergian secara fleksibel. Cooper bersama timnya
menghadapi tantangan bagaimana memasukkan semua material elektronik ke dalam
alat yang berukuran kecil tersebut untuk pertama kalinya. Namun akhirnya sebuah
telepon genggam pertama berhasil diselesaikan dengan total bobot seberat dua
kilogram. Untuk memproduksinya, Motorola membutuhkan biaya setara dengan US$1
juta. “Pada tahun 1983, telepon genggam portabel berharga US$4 ribu (Rp36 juta)
setara dengan US$10 ribu (Rp90 juta).Setelah berhasil memproduksi telepon
genggam, tantangan terbesar berikutnya adalah mengadaptasi infrastruktur untuk
mendukung sistem komunikasi telepon genggam tersebut dengan menciptakan sistem
jaringan yang hanya membutuhkan 3 MHz spektrum, setara dengan lima channel TV
yang tersalur ke seluruh dunia.Tokoh lain yang diketahui sangat berjasa dalam
dunia komunikasi selular adalah Amos Joel Jr yang
lahir di Philadelphia, 12 Maret 1918,
ia memang diakui dunia sebagai pakar dalam bidang switching. Ia mendapat
ijazah bachelor (1940) dan master (1942) dalam teknik elektronik dari MIT.
Tidak lama setelah studi, ia memulai kariernya selama 43 tahun (dari Juli
1940-Maret 1983) di Bell Telephone
Laboratories, tempat ia menerima lebih dari 70 paten
Amerika di bidang telekomunikasi, khususnya di bidang switching. Amos E Joel
Jr, membuat sistem penyambung (switching) ponsel dari satu wilayah sel ke
wilayah sel yang lain. Switching ini harus bekerja ketika pengguna ponsel
bergerak atau berpindah dari satu sel ke sel lain sehingga pembicaraan tidak
terputus. Karena penemuan Amos Joel inilah penggunaan ponsel menjadi nyaman.
Di sisi lain, meningkatnya jumlah
pelanggan tidak bisa ditampung generasi pertama. Selain itu, teknologi 1G hanya
bisa melayani komunikasi suara, tidak seperti 2G yang bisa digunakan untuk SMS.
NMT atau Nordic Mobile Telephone adalah jaringan handphone analog yang pertama
kali digunakan secara internasional di Eropa Utara. Jaringan ini beroperasi
pada frekuensi 450 MHz sehingga sering disebut NMT-450, ada juga NMT-900 yang
beroperasi pada frekuensi 900 MHz.
Mengingat tuntutan pasar dan
kebutuhan akan kualitas yang semakin baik, lahirlah teknologi generasi ke dua
atau 2G. Generasi ini sudah menggunakan teknologi digital. Teknologi 2G lainnya
adalah IS-95 CDMA, IS-136 TDMA dan PDC. Generasi kedua selain digunakan untuk
komunikasi suara, juga bisa untuk SMS dan transfer data dengan kecepatan
maksimal 9.600 bps (bit per second). Sebagai perbandingan, modem yang banyak
digunakan untuk koneksi internet berkecepatan 56.000 bps (5,6 kbps). Kelebihan
2G dibanding 1G selain layanan yang lebih baik, dari segi kapasitas juga lebih
besar. Karena pada 2G, satu frekuensi bisa digunakan beberapa pelanggan dengan
menggunakan mekanisme Time Division Multiple Access (TDMA).
Standar teknologi 2G yang paling
banyak digunakan saat ini adalah GSM (Global System for Mobile Communication),
seperti yang dipakai sebagian besar handphone saat ini. GSM beroperasi pada
frekuensi 900, 1800 dan 1900 MHz. GSM juga mendukung komunikasi data
berkecepatan 14,4 kbps.
Sejarah GSM diawali dengan
diadakannya konferensi pos dan telegraf di Eropa pada tahun 1982. Konferensi
ini membentuk suatu study group yang bernama Groupe Special Mobile (GSM) untuk
mempelajari dan mengembangkan sistem komunikasi publik di Eropa. Pada tahun
1989, tugas ini diserahkan kepada European Telecommunication Standards
Institute (ETSI) dan GSM fase I diluncurkan pada pertengahan 1991.
Pada tahun 1993, sudah ada 36
jaringan GSM di 22 negara. Keunikan GSM dibanding generasi pertama adalah
layanan SMS. SMS atau Short Message Service adalah layanan dua arah untuk
mengirim pesan pendek sebanyak 160 karakter. GSM yang saat ini digunakan sudah
memasuki fase 2.
Setelah 2G, lahirlah generasi 2,5 G
yang merupakan versi lebih baik dari generasi kedua. Generasi 2,5 ini mempunyai
kemampuan transfer data yang lebih cepat. Yang terkenal dari generasi ini adalah
GPRS (General Packet Radio Service) dan EDGE.
Baru-baru ini, tren komunikasi seluler mulai beralih kepada generasi berikutnya yang diprediksikan akan menjadi teknologi komunikasi seluler yang menjanjikan. Generasi 3 atau 3G merupakan teknologi terbaru dalam dunia seluler. Generasi ini lebih dikenal dengan sebutan UMTS (Universal Mobile Telecommunication System) atau WCDMA (Wideband – Coded Division Multiple Access). Kelebihan generasi terbaru ini terletak pada kecepatan transfer data yang mencapai 384 kbps di luar ruangan dan 2 Mbps untuk aplikasi indoor.
Baru-baru ini, tren komunikasi seluler mulai beralih kepada generasi berikutnya yang diprediksikan akan menjadi teknologi komunikasi seluler yang menjanjikan. Generasi 3 atau 3G merupakan teknologi terbaru dalam dunia seluler. Generasi ini lebih dikenal dengan sebutan UMTS (Universal Mobile Telecommunication System) atau WCDMA (Wideband – Coded Division Multiple Access). Kelebihan generasi terbaru ini terletak pada kecepatan transfer data yang mencapai 384 kbps di luar ruangan dan 2 Mbps untuk aplikasi indoor.
Selain itu, generasi ini dapat
menyediakan layanan multimedia seperti internet, video streaming, video
telephony, dan lain-lain dengan lebih baik. Generasi ketiga ini menggunakan
teknologi CDMA yang awalnya muncul dari teknologi militer Amerika Serikat dan
dikhususkan pada standar IS-95. Beberapa paten pada jaringan-jaringan yang ada
sekarang yang berbasis pada teknologi CDMA dimiliki Qualcomm Inc., sehingga
pembuat peralatan membayar royalti.
Teknologi CDMA membuat kapasitas
suatu sel menjadi lebih besar dibanding sistem GSM karena pada sistem CDMA,
setiap panggilan komunikasi memiliki kode-kode tertentu sehingga memungkinkan
banyak pelanggan menggunakan sumber radio yang sama tanpa terjadinya gangguan interferensi
dan cross talk. Sumber radio dalam hal ini adalah frekuensi dan time slot yang
disediakan untuk tiap sel.
Sistem komunikasi wireless berbasis
CDMA pertama kali digunakan pada tahun 1995 dan sampai sekarang, CDMA merupakan
saingan utama dari sistem GSM di banyak negara. Pada tahun 1999, the
International Telecommunication Union (ITU) memilih CDMA sebagai standar
teknologi untuk generasi ketiga (3G). Varian CDMA yang banyak digunakan adalah
WCDMA dan TD-SCDMA.
Pada bulan Mei 2001 sudah terdapat
35 juta pelanggan CDMA di seluruh dunia. Dan pada tahun 2003, terdapat 100 juta
pelanggan yang menggunakan CDMA di seluruh dunia. Kelebihan utama yang dimiliki
generasi ketiga adalah kemampuan transfer data yang cepat atau memiliki bit
rate yang tinggi.
Tingginya bit rate yang dimiliki
menyebabkan banyak operator CDMA dapat menyediakan berbagai aplikasi multimedia
yang lebih baik dan bervariasi, dan menjadi daya tarik tersendiri bagi
pelanggan. Bayangkan saja, hanya dengan sebuah handphone, kita memiliki fasilitas
kamera, video, komputer, stereo dan radio. Selain itu, berbagai fasilitas
hiburan pun bisa dinikmati seperti video klip, keadaan lalu lintas secara real
time, teleconference, bahkan sekadar memesan tempat di restoran, cukup dengan
menekan tombol di handphone.
Ketika kita duduk di rumah pun, kita
masih bisa melakukan berbagai hal tanpa harus keluar ruangan, seperti mencek
saldo bank, membayar SPP untuk kuliah anak-anak, memesan makanan dan lain-lain.
Dalam jangka panjang, CDMA dan
teknologi-teknologi lainnya seperti GSM akan dibandingkan berdasarkan pada
biaya total per pelanggan dari jaringan infrastruktur dan harga pesawat
telefon.Dengan 3G, komunikasi murah dan berkualitas bukan impian belaka.
.
C. DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF
PENGGUNAAN PONSEL
Ø Dampak Positif
·
Komunikasi
menjadi lebih mudah.
·
Menambah
pengetahuan tentang perkembangan teknologi
·
Pencarian
informasi menjadi lebih mudah.
·
Proses
pembelajaran menjadi lebih mudah.
·
Sarana
untuk mencari hiburan.
Ø Dampak Negatif
·
Mengganggu
perkembangan anak.
·
Menurunkan
prestasi belajar siswa.
·
Rawan
terhadap tindak kejahatan.
·
Sangat
berpontesi mempengaruhi sikap dan perilaku siswa.
·
Membuat
kerja otak anak menjadi lambat.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Pendekatan Masalah
Pendekatan yang digunakan dalam
penulusan Karya Tulis Ilmiah ini adalah peran remaja, yakini menelaah
permasalahan berdasarkan pengaruh penggunaan posel di kalangan siswa SMA
terhadap prestasi belajar.
B. Studi Pustaka
Penelitian ini dilakukan dengan
metode studi pustaka, yaitu dilakukan dengan cara menggali informasi dan
berbagai sumber pustaka seperti buku dan internet.
C. Teknik Pengumpulan Data
Teknik
pemgumpulan data ini dilakukan dengan cara kuisioner, yaitu
memberikan/menyebarkan sejumlah lembar kertas yang berisi pertanyaan-pertanyaan
yang harus dijawab oleh para responden.
D.
Analisis
Data
Setelah
data terkumpul dan diolah kemudian dianalisis dengan mengunakan deskriptif.
Analisis ini dilakukan dengan menjelaskan atau menggambarkan secara umum data
sebagaimana diperoleh dalam penelitian.
E. Popolasi dan Sampel
Dalam
penelitian ini, populasi yang saya ambil adalah siswa-siswi SMAN 2 BANGKALAN
kelas XI. Sedangkan sampel yang saya ambil berjumlah 30 siswa perwakilan setiap kelas dengan objek penelitiannya adalah
pengaruh penggunaan ponsel di kalangan siswa SMA terhadap prestasi belajar.
BAB IV
PEMBAHASAN
A. PONSEL SEBAGAI KEBUTUHAN
Dari data hasil penelitian yaitu mengenai handphone merupakan
kebutuhan. Hasil dari data tersebut menunjukkan bahwa 68% pelajar SMAN 2
BANGKALAN yang setuju bahwa ponsel merupakan suatu kebutuhan yang harus terpenuhi
sedangkan 30 % pelajar SMAN 2 BANGKALAN yang setuju bahwa ponsel merupakan
suatu kebutuhan yang tidak harus terpenuhi. Hal
ini menunjukkan bahwa ponsel juga merupakan salah satu hal yang sangat
di butuhkan.
B.
ALASAN PELAJAR SELALU
MENGGUNAKAN PONSEL
Lebih dari 50% pelajar
SMAN 2 BANGKALAN selalu menggunakan ponsel dalam
keseharian mereka. Terdapat 60% pelajar SMAN 2 BANGKALAN menyatakan bahwa
mereka tidak mungkin untuk tidak menggunakan ponsel dalam sehari. Para pelajar sulit menjalani aktivitas
mereka tanpa menggunakan ponsel. Mereka telah bergantung pada ponsel. Di era globalisasi
ini mereka sudah kecanduan terhadap ponsel.
Sehingga sulit bagi mereka untuk tidak menggunakan ponsel dalam aktivitas apapun.
Ponsel selalu digunakan oleh kalangan pelajar. Ada banyak alasan
pelajar yang selalu menggunakan ponsel,
diantaranya adalah :
1. Ponsel adalah alat komunikasi
yang sangat mudah.
2. Ponsel
adalah media yang paling mudah dalam mendapatkan informasi serta hiburan.
3. Ponsel merupakan alat yang
memiliki banyak kegunaan dalam keseharian mereka.
4. Ponsel salah satu
alat yang penting, simpel, praktis, dan cepat.
C.
MANFAAT PONSEL BAGI PELAJAR
Dari penelitian yang
telah dilakukan, ada beberapa manfaat dari ponsel bagi pelajar, diantaranya adalah :
1.
Dapat mempermudah komunikasi
2.
Menambah pengetahuan tentang perkembangan teknologi.
3.
Dapat mempermudah dalam mencari informasi.
4.
Dapat
mempermudah dalam mencari hiburan.
D.
DAMPAK PENGGUNAAN PONSEL BAGI PELAJAR
Penggunaan ponsel yang terus menerus tidak
hanya berdampak positif terhadap pelajar, namun juga dapat berdampak negatif.
Dampak positif dari penggunaan ponsel yaitu
pelajar dapat memperoleh informasi dan komunikasi yang mudah.
Namun,
penggunaan Ponsel saat
pelajaran dapat mengganggu konsentrasi belajar siswa. Sehingga berpengaruh
terhadap prestasi belajar siswa. Terdapat 80% pelajar SMAN 2 BANGKALAN yang
menyatakan bahwa ponsel
telah mempengaruhi prestasi belajar mereka.
Beberapa pelajar juga
menyatakan bahwa penggunaan ponsel mereka
menyebabkan pemborosan. Dalam membuka internet, dan berkomunikasi memlalui ponsel pasti membutuhkan biaya.
Pelajar sering membuka internet serta berkomunikasi untuk hal-hal yang kurang
bermanfaat. Sehingga hal tersebut menjadi faktor utama pemborosan.
E.
TINDAKAN YANG
DILAKUKAN UNTUK MENGHINDARI PENYALAHGUNAAN PONSEL.
Ponsel yang
selalu digunakan oleh pelajar dapat mempengaruhi prestasi belajar siwa. Hal
tersebut dapat terjadi jika pelajar tidak bisa menghindari penyalahgunaan ponsel. Maka dari itu, pelajar
melakukan tindakan untuk menghindari penyalahgunaan ponsel . Tindakan
tersebut diantaranya adalah:
1. Menolak
ajakan teman untuk menyimpan maupun melihat hal-hal yang meyangkut pornoaksi
dan pornografi.
2. Tidak
membawa ponsel ke sekolah
atau mematikan ponsel saat pelajaran
berlangsung agar tidak mengganggu konsentrasi belajar.
3. Ketika
berada dirumah, mengatur waktu sebaik-baiknya antara belajar dan memanfaatkan ponsel .
4. Membatasi
penggunaan ponsel .
5. Menghindari
mengakses situs porno atau mendownload konten-konten porno.
6. Memanfaatkan ponsel seperlunya.
7. Meminta orangtua untuk
mengontrol penggunaan ponsel .
BAB V
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Pelajar zaman sekarang sudah tidak asing lagi dengan ponsel. Mereka menggunakan ponsel untuk komunikasi,
internet, game,
mendengarkan musik,dan melihat gambar ataupun video. Alasan pelajar selalu
menggunakan ponsel dalam
aktifitasnya adalah, ponsel
merupakan alat komunikasi maupun alat pencari informasi yang paling mudah,
praktis, dan cepat. Manfaat ponsel
bagi pelajar adalah untuk mempermudah komunikasi, mendapatkan informasi,
mencari hiburan serta mempermudah dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah.
ponsel telah menjadi bagian
dari kehidupan pelajar, sehingga keberadaan ponsel menyebabkan adanya dampak positif maupun negatif.
Dampak positif dari ponsel
adalah mempermudah dalam pencarian informasi dan komunikasi, selain itu, dapat
menjadikan pelajar tidak gagap teknologi. Adapun dampak negatifnya, yaitu
mengganggu belajar siswa, berakibat buruk pada perilaku,kesehatan, dan sikap
siswa, serta mengakibatkan pemborosan. Untuk itu sangat diperlukan pembatasan
serta arahan dari orang tua dalam menggunakan ponsel .
B. SARAN
1.
Diharapkan kepada pelajar untuk
menggunakan nalar dan pikirannya dalam memanfaatkan ponsel .
2.
Sebaiknya pelajar menggunakan ponsel seperlunya dan
penggunaannya sesuai dengan kondisi agar dampak buruk dari handphone tidak
terjadi.
3.
Pihak orangtua sebaiknya selalu
mengontrol anaknya dalam menggunakan ponsel .
4.
Pihak guru sebaiknya tidak
mengijinkan muridnya untuk menggunakan ponsel saat jam pelajaran, terkecuali jika diperlukan
5.
Pihak sekolah hendaknya tidak mengijinkan siswanya menghidupkan handphone saat
jam belajar.
Komentar
Posting Komentar